Nasional

Tutup STQH, Wamenag: Peserta Harus Jadi Pelopor Pendidikan Al-Qur’an di Daerahnya

Zainut melihat, penyelenggaraan STQH mengingatkan kembali akan peran sentral al-Qur’an dalam berbagai sendi kehidupan baik sebagai pribadi, sebagai anggota keluarga, maupun sebagai warga negara. Al-Quran tidak cukup hanya sekedar dibaca dan dihafal, tetapi harus mengisi setiap hembusan nafas umat Islam dalam pelbagai aspek kehidupan. Sejalan dengan ajaran al-Quran, umat Islam bertanggungjawab untuk menebar kebaikan dan kedamaian kepada siapapun dan di manapun.

Islam, lanjut Wamenag, adalah agama yang mengajarkan persaudaraan dan perdamaian. Kepentingan universal umat manusia dewasa ini terhadap persaudaraan dan perdamaian merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan oleh umat Islam dalam rangka memperkuat misi Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin.

“Mari menebar kebaikan dan kedamaian sebanyak-banyaknya agar semua permasalahan yang dihadapi saat ini segera mendapat solusi. nya dari Allah SWT,” ajaknya

“Keimanan akan melahirkan optimisme dan kearifan untuk menemukan solusi terbaik dari setiap permasalahan,” tutupnya.

Hadir, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, Menteri Agama periode 2001 – 2004 Said Agil al-Munawar, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddn Umar, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas)  Islam Kamaruddin Amin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku Utara, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Provinsi Maluku Utara, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, dan Dewan Hakim dan Kafilah Peserta STQH Nasional. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button