Nasional

Pembukaan Capacity Building PNM bagi Penerima Redistribusi Tanah Kementerian ATR/BPN RI di Warungkiara

“Kita memiliki kegiatan yang bernama redistribusi tanah. Redistribusi tanah yaitu memberikan tanah kepada masyarakat kemudian kita atur penggunaan tanahnya dan dilakukan pemberdayaannya. Pemberdayaan ini dimaksudkan untuk memberikan akses permodalan, mendampingi teknis pelaksanaan di lapangan dan bantuan lainnya kepada masyarakat. Adanya kolaborasi antar Kementerian/Lembaga ini juga sangat baik untuk membantu kita mewujudkan niat baik pemerintah guna memakmurkan rakyat,” tutur Andi.

Di samping itu, ia juga menyampaikan bahwa reforma agraria bukan sekadar panggilan tugas tapi juga kerja mulia karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Kegiatan ini betul-betul berdampak dalam aspek kehidupan kita sehingga kami melakukan kolaborasi karena semua harus terlibat”, tuturnya.

Selain itu, Sunar selaku Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PT PNM menyampaikan bahwa PNM sudah melakukan pemberdayaan kepada ibu – ibu di kecamatan Warungkiara yang merupakan penerima manfaat dari program redistribusi tanah berupa sosialisasi program PNM mekaar dilakukan kepada 239 orang dan saat ini yang sudah menjadi nasabah PNM Mekaar sebanyak 88 orang.

“Harapannya dengan adanya pemberdayaan ini baik dari segi permodalan dan pendampingan usaha bisa meningkatkan kesejahteraan bapak dan ibu menuju perekonomian yang berkeadilan sebagai masyarakat indonesia serta mampu menumbuhkan jiwa entrepreuner kepada ibu-ibu nasabah PNM Mekaar,” ujar Sunar.

Ahmad Riyadi menuturkan, “Kami sebagai pemerintah daerah bersedia dan siap untuk mensupport program ini yang berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan untuk mencapai tujuan yang baik bagi masyarakat kami yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat di Kecamatan Warung Kiara ini”.

Sebagai informasi, hingga 1 Oktober 2021 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 91,93 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 10,8 jt nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.675 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 443 Kabupaten/Kota, dan 5.006 kecamatan. (wib/pr)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button