Nasional

Digitalisasi Pemilu Dapat Dilakukan Di Sebagian Daerah

Pelaksanaan noken diawali dengan rapat musyawarah yang melibatkan warga masyarakat secara keseluruhan atau orang-orang tertentu sebagai perwakilan untuk mengambil keputusan. Kemudian masyarakat adat Papua mempercayakan kepada orang-orang tertentu untuk menitipkan hak suaranya dalam pemilu.

“Poin yang ingin saya sampaikan dari contoh itu, yakni ada pengecualian dalam pemilu. Dan pengecualian itu pula yang menggiring opini publik bahwa digitalisasi pemilu dapat dilaksanakan di sebagian daerah di Indonesia,” katanya.

Menurut dia, status e-Rekap yang dipergunakan selama ini perlu ditingkatkan dari sebagai alat bantu dan publikasi, menjadi hasil rekapitulasi resmi. “Kalau hanya sebatas alat bantu, dan ujung-ujungnya menggunakan cara konvensional, tentu tidak optimal. Yang perlu ditingkatkan yakni kapasitas atau kemampuan dalam melaksanakan digitalisasi pemilu, sehingga menjadi alat ukur resmi dalam pemilu,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota KPU RI Arief Budiman mengatakan pihaknya sejak tahun 2009 selalu menggunakan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu. Namun teknologi yang digunakan sesuai yang berkembang pada saat itu. “Kita gunakan berbagai aplikasi untuk memudahkan pelaksanaan pemilu,” katanya.

Ketua KPU RI Ilham Saputra mengatakan kebutuhan pemilu bukan e-Voting, melainkan e-Rekap.” Yang kita butuhkan untuk e- Rekap. Ini yang perlu ditingkatkan kapasitasnya,” ujarnya pula. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button