Nasional

PBNU Terima Perwakilan Kopsa-M, Hentikan Dugaan Kriminalisasi Petani

“Kasus ini sudah berjalan sejak tahun 2001. Ada kesepakatan pembangunan kebun dengan PTPN V, tapi ujung-ujungnya semakin ke sini ada praktik terselubung yang mereka lakukan,” tutur Harry.

“Lahan kami diketahui beralih tangan ke pihak swasta seluas 400 hektare tahun 2007, dan lahan kami yang seharusnya seluas 2.050 ha terus menyusut dan tersisa hanya 369 ha pada tahun 2017,” tambahnya.

LPBH PBNU menyatakan, menaruh perhatian pada kasus yang dialami para pertani itu. Pasalnya, skenario dan rekayasa kasus yang dilakukan sangat terlihat sekali.

Berita Terkait

“Setelah mendengar penjabaran Kopsa-M, kami memahami ada intrik yang dilakukan melemahkan petani,” nilai Royandi. Prinsipnya permohonan dukungan disampaikan masyarakat darimana pun akan kami respons,” ujar Royandi. (dan)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button