Nasional

Gerakan Teroris Berevolusi, DPR: Densus 88 Itu Dibutuhkan

“Tentunya ini banyak menimbulkan konsekuensi berupa pembelahan terhadap sentimentil kelompok agama karena di Indonesia mayoritas Islam. Maka seakan-akan yang dipojokkan adalah umat Islam padahal Islam di indonesia adalah Islam Rahmatan lil Alamin,” imbuhnya.

Menurut dia, yang perlu dilakukan bersama adalah menjelaskan kepada publik bahwa gerakan teroris tersebut berbeda dan tidak bisa dikaitkan dengan Islam. Karena sejatinya gerakan teroris tujuannya untuk membangun kekacauan dan pembelahan di masyarakat.

“Yang perlu kita sampaikan kepada publik bahwa gerakan aksi terorisme tidak hanya identik dengan agama, tetapi semua gerakan yang berpotensi menimbulkan kekacauan itu pada intinya adalah gerakan teroris,” ungkapnya.

Ia menuturkan, tidak menutup kemungkinan ke depan narasi dan isu besar gerakan teroris bergeser, tidak lagi menggunakan kedok atau simbolisasi agama tapi menggunakan simbol komunitas sekte. Atau bahkan bisa bergeser kepada penggunaan simbol lembaga pendidikan.
(nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button