Nasional

BAZNAS Dorong Pemanfaatan Digitalisasi Zakat Secara Optimal

Sementara itu, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Ita Rulina S.E., MM mengatakan bahwa pihaknya menyadari peran penting zakat dalam mendukung perekonomian secara inklusif, BI secara konsisten memberikan dukungan dan pemikirannya untuk pengembangan zakat nasional.

“Revolusi digital telah merambah dalam setiap sendi kehidupan masyarakat dan telah mengubah transaksi masyarakat termasuk dalam pembayaran zakat. Tren baru ini tentu menuntut lembaga zakat untuk beradaptasi dan mengadopsi skema-skema digital dalam proses pengumpulan zakat agar lebih efektif dan efisien,” jelas Ita.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Melalui transformasi digital, InsyaAllah dapat lebih efektif dan efisien karena mampu menjangkau muzaki secara lebih luas dan mampu memudahkan muzaki dalam menunaikan zakatnya. Digitalisasi juga dapat meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dan penyaluran zakat sehingga akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap organisasi pengelola zakat.”

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama BAZNAS M.Arifin Purwakananta menyampaikan materi terkait Transformasi Digitalisasi Zakat.

Arifin menjelaskan, BAZNAS mencanangkan pengumpulan ZIS-DSKL nasional hingga 50T di tahun 2025 melalui peningkatan kinerja zakat nasional 20% dan upaya pengadministrasian ZIS-DSKL informal di masyarakat. “Untuk itu, salah satu jalan keluar untuk melakukan optimalisasi pengumpulan zakat ini yaitu melalui digitalisasi.”

“Penerimaan zakat melalui website BAZNAS semakin optimal di 2020, dalam hal ini website BAZNAS semakin diminati oleh muzaki untuk menunaikan zakatnya,” ujar Arifin.

Ia berharap melalui digitalisasi ini optimalisasi pengumpulan zakat di Indonesia dapat terus meningkat sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang sejahtera dan mampu meningkatkan perekonomian nasional. (srv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button