Nasional

Jajaran Kejagung Dilarang TikTokan, Pengamat: Kalah Sama TNI-Polri

Lebih jauh dia mengungkapkan, saat ini perkembangan aplikasi TikTok sangat pesat. Sebab, orang lelah dengan Instagram yang harus terlihat sempurna, bahagia dan kaya.

“TikTok membuat orang bisa tampil apa adanya dan utamanya ada ‘kode etik tak tertulis’ untuk tidak saling membully,” terangnya.

Ia mencontohkan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menurutnya sangat bagus sebagai benchmark. “Mereka banyak bikin TikTok anggotanya, tapi nggak pernah ada di markas TNI dan temanya hampir seragam yaitu tentang sosok TNI beserta keluarganya,” ujarnya.

Menurutnya di TNI tak ada pelarangan, namun lebih tegas kepada aturannya. “Jadi tidak dilarang tapi lebih bagaimana itu bisa membantu membangun reputasi TNI,” ujarnya.

Selain itu, institusi Polri juga turut meramaikan konten di TikTok untuk branding image polisi sebagai sahabat masyarakat. Namun dirinya mengingatkan terkait dengan mitigasi risikonya jika membuat di lingkungan kantor.

“Iya anggota Polri juga boleh, mereka mau mengejar image polisi sebagai sahabat publik. Ini perlu edukasi tentang mitigasi risikonya,” ucapnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button