Nasional

Dana Kelola Haji Meningkat Rp155,1 Triliun

Dia juga menjelaskan besaran biaya riil yang diperlukan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Jemaah yang berangkat sebagian dibiayai oleh nilai manfaat hasil pengelolaan setoran awal. Biaya riil yang diperlukan untuk penyelenggaraan ibadah haji rata-rata sebelum pandemi berkisar Rp70 juta/jemaah.

Sedangkan yang dibebankan kepada jemaah rata-rata Rp35,2 juta. Kebutuhan itu dipenuhi dari hasil nilai manfaat pengelolaan investasi yang dilakukan BPKH. Selain untuk penyelenggaraan ibadah haji, sebagian lain dari nilai manfaat dialokasikan ke dalam virtual account jemaah tunggu.

“Harapannya porsi pembagian nilai manfaat akan lebih besar melalui virtual account. Sehingga saat waktu calon Jamaah Haji melunasi maka tidak akan begitu besar karena adanya nilai manfaat/porsi bagi hasil yang diberikan BPKH,” kata Akhyar Adnan.

Di tempat yang sama, Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan, pihaknya berharap tahun depan sudah bisa berangkat. Saat ini, lanjutnya, jumlah jemaah haji kota Padang yang tertunda 2020 sebanyak 1.350 orang.

Dia mengatakan, ada sedikit penurunan karena pandemi di dunia. Pembatalan tahun ini memiliki dasar karena undang-undang dan keamanan akibat pandemi. Berdasarkan hal tersebut, kata Hendri, pemerintah melakukan evaluasi.

“Kita dapat memaklumi adanya pandemi atas dasar ini kita selalu berdoa semoga pandemi Cobid-19 segera berakhir dan bisa melaksanakan ibadah haji dan Rukun Islam ke-5, pembatalan bukan hanya untuk Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Saat ini kami Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus menggencarkan gerakan vaksinasi untuk sehingga jika saatnya tiba, Sumatera Barat siap untuk melaksanakan ibadah haji,” jelas dia. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button