Nasional

DPR Minta Pemerintah Lakukan Pendekatan Edukasi Bagi Korban NII

“Maka wahai generasi muda rajin-rajinlah untuk belajar sejarah bangsanya sendiri,” ucapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, di era sekarang dan ke depan para generasi muda akan menghadapi problematika yang semakin rumit yang disebut sebagai VUCA (volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity).

“Kita tidak bisa hidup sendiri. Apakah kita sebagai komunitas suku, agama, daerah. Kita ini butuh orang lain,” ungkapnya.

Berita Terkait

“Maka kolaborasi dengan elemen lain menjadi kata kunci kesuksesan. Kalau ini dipahami benar maka kita memang harus hidup bersama (inklusif), bukan hidup sendiri (eksklusif),” imbuhnya.

Khusus bagi generasi muda Islam, masih ujar Faqih, Pancasila adalah produk para ulama. Demikian pula UUD 1945 juga merupakan produk kesepakatan ulama dengan elemen lain dari bangsa ini.

Bahkan, lanjut dia, NKRI juga merupakan kesepakatan. Bila umat Islam lengah, maka bisa berubah sebagaimana dahulu 1945 merdeka sebagai NKRI, namun lantas berubah jadi RIS (Republik Indonesia Serikat).

“Lantas siapakah yang mengembalikan menjadi NKRI di 17 Agustus 1950? Tidak lain adalah tokoh, komunitas, parpol representasi dari umat Islam lewat wakilnya yakni Mr. Mohammad Natsir,” katanya.

“Sehingga kita harus tahu bahwa kembalinya negeri ini menjadi NKRI adalah lantaran adanya “Mosi Integral Nasir”. Bila generasi muda Islam sekarang lengah atau malah terbius dengan konsep lain, maka sesungguhnya kita sedang menghancurkan umat Islam sendiri dan NKRI,” jelasnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button