Nasional

Mendalami Tarian Akhokoy Khas Sentani yang Ramaikan PON Papua

Maka dari itu peristiwa yang dilantunkan untuk melengkapi tarian Akhokoy terus diperbaharui agar dapat relevan mengikuti perubahan generasi ke generasi.

Markus menyebut salah satu peristiwa terbaru yang dimasukan dalam penampilannya di Istora Papua Bangkit yaitu Banjir Bandang Sentani yang meluluhlantahkan Ibu Kota Kabupaten Jayapura.

Peristiwa itu melengkapi Akhokoy agar bisa mengingatkan masyarakat Sentani tak lagi berbuat lalim pada lingkungan dan harus mau menjaga alam agar peristiwa memilukan itu tak lagi terulang.

Pentingnya peran Akhokoy sebagai pedoman hidup dan juga pengingat yang mendarah daging pada masyarakat Sentani, menjadikan tarian itu sangat dijaga kelestariannya.

Agar peristiwa ini bisa dikenal masyarakat nusantara secara luas, diperlukan restu dari masyarakat adat di Kampung Yokiwa.

Dengan pertimbangan meramaikan dan menyukseskan PON Papua, akhirnya sanggar DNS diperbolehkan untuk menampilkan tarian khas dari Sentani itu.

“Karena PON adalah acara besar nasional, sehingga Ketua Adat memberikan izin. Anak-anak generasi muda (yang tergabung dalam NDS) diperkenankan mengenalkan budaya Kampung Yokiwa kepada masyarakat nusantara. Sehingga masyarakat nusantara mengenal Papua yang indah dan memiliki keragaman yang mendalam,” ujar Markus dikutip Antara, Kamis (7/10/2021).

Indoposco

Salah satu penari Akhokoy yang berada di bawah binaan DNS yaitu Dinna Awoitauw mengaku bahwa ia merasa bangga bisa mengenalkan tarian khas kampungnya kepada masyarakat nusantara.

Tak hanya bisa mengenalkan keberagaman Papua lewat bentuk artistik tapi juga ia bisa mempelajari secara mendalam tarian sakral ini.

Tak hanya dari seninya tapi juga dari kedalaman kulturalnya sehingga sebagai generasi muda ia tetap bisa mengingat tempatnya mengakar.

“Tarian Akhokoy ini sangat bagus. Lewat tarian Akhokoy kita mengetahui cerita rakyat yang dahulu terjadi. Ini diceritakan atau dikisahkan kembali melalui Tarian dan nyanyian Akhokoy,” kata dara muda itu.

Akhokoy bagi generasi baru

Butuh waktu tahunan bagi Dinna dan teman- temannya di Sanggar Nafas Danau Sentani untuk bisa mendalami Akhokoy.

Bagi Dinna sendiri awalnya ia merasa ragu karena menilai dirinya masih muda, namun semangatnya membawanya ingin mengenalkan keindahan Papua lewat seni membuatnya mampu untuk mendalami Akhokoy.

Detik demi detik, menit demi menit, dan akhirnya berubah menjadi tahun demi tahun dihabiskan untuk menyempurnakan pemahaman pada kultur yang dasarnya sakral itu berbuah manis menghasilkan kebanggaan.

Tak hanya untuk memahami akar dan kedalaman kulturnya, kini Akhokoy pun menjadi sarana anak- anak Kampung Yokiwa mengenalkan keragaman Bumi Cendrawasih pada nusantara.

Misalnya pada 2016, Akhokoy pernah mengantarkan Sanggar NDS menjadi pemenang dari Konser Karawitan Anak Indonesia yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).

Akhokoy juga menjadi jembatan bagi para generasi muda Yokiwa bisa mengenal dunia lebih luas lagi.

Dengan datang dan membawakan Akhokoy ke daerah- daerah lain di nusantara, anak- anak itu bisa belajar dan mendapatkan ilmu baru dari daerah lain di Bumi Pertiwi.

Tentu harapannya Akhokoy bisa terus terjaga eksistensi hingga generasi mendatang, tak hanya menjaga akar sejarah Kampung Yokiwa tapi juga menjadi gambaran keindahan Bumi Cendrawasih di mata masyarakat nusantara. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button