Nasional

BBIA Kemenperin Jadi Laboratorium Rujukan Pangan Di Indonesia

BBIA berperan aktif sebagai LRPPI sesuai lingkupnya dalam memberikan bantuan teknis dan transfer ilmu pengetahuan kepada laboratorium pangan dan laboratorium yang terkait pangan di Indonesia, melalui penyelenggaraan uji profisiensi/uji banding antar laboratorium sesuai lingkup penyelenggaraan pelatihan teknis pengujian, pengembangan metode uji sesuai lingkup, dan peran aktif sebagai konseptor SNI Pangan dan bahan pangan di antaranya untuk produk minyak goreng sawit, tepung terigu, gula kristal rafinasi, gula sukrosa, gula coklat, dan lain-lain.

“Lingkup pengujian yang dimiliki BBIA sangat penting untuk kesehatan masyarakat, karena mendeteksi keberadaan logam berat dan mikotoksin dalam pangan. Senyawa beracun tersebut dapat memberikan dampak merugikan kesehatan yang dapat menyebabkan hyperaemia, pendarahan, peradangan dan pembengkakan saluran cerna,” kata Doddy.

Kegiatan lain yang mendukung peranan BBIA sebagai LRPPI adalah kegiatan pemanfaatan teknologi dalam rangka perbaikan metode uji patulin, atau salah satu jenis cemaran mikotoksin pada pangan.

BBIA juga melakukan kerja sama pengembangan dan validasi metode uji, serta pelatihan teknis pengujian identifiasi Fe pada tepung terigu sebagai bahan makanan dengan bekerjasama dengan Nutrition Internasional (NI) dan IOWA of Canada University, AS. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button