Nasional

Turun ke Laut, Presiden Joko Widodo Tanam Mangrove Bersama Masyarakat di Batam

“Sebagai negara yang memiliki hutan mangrove salah satu yang terluas di dunia, kita wajib memelihara ini. Karena apa pun, ini adalah kekuatan Indonesia,” tegas Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Menteri Siti menerangkan bahwa Kawasan hutan mangrove mampu menyimpan karbon (carbon sinks) sebanyak 4 – 5 kali lebih banyak daripada hutan tropis daratan, terutama kandungan dalam tanahnya (coverground).

“Dengan demikian, dalam rangka mendukung percepatan NDC (Nationally Determined Contribution) mangrove memberikan kontribusi besar dalam penyerapan emisi karbon, sebagaimana komitmen Indonesia pada perjanjian Paris Agreement,” terang Menteri Siti.

Berita Terkait

Kegiatan PEN PKPM di Provinsi Kepulauan Riau telah dilaksanakan sejak tahun 2020 seluas ± 743 hektar. Kegiatan ini melibatkan 38 kelompok tani yang menyerap tenaga kerja 51.460 hari orang kerja (HOK) dan menanam 2.698.500 benih propagul.

Sedangkan pada kegiatan PEN PKPM tahun 2021, dilaksanakan penanaman mangrove dengan total luas 2.700 hektar, yang melibatkan 107 kelompok tani dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 173.983 HOK dan penanaman 8.319.400 benih propagule dan bibit.

Penanaman mangrove di lokasi Kampung Sungai besar, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam seluas 15 Ha, bertujuan untuk mengendalikan abrasi pantai dan mendukung ekowisata pantai yang diharapkan berperan penting dalam mendukung kehidupan ekonomi masyarakat lokal.

Selain itu, rehabilitasi mangrove melalui mekanisme PEN bertujuan untuk memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono Prawiraatmaja, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi. (gin)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button