Nasional

Propam Polri Terima Izin MA Periksa Irjen Napoleon

Tadinya, penyidik melakukan pra rekonstruksi perkara dugaan penganiayaan oleh penghuni Rutan Bareskrim Polri terhadap Muhammad Kece, tersangka kasus dugaan penistaan agama. Prarekonstruksi tersebut dihadiri oleh saksi peristiwa dan calon tersangka. Total ada 6 calon tersangka yang didatangkan. Prarekonstruksi ini diperkirakan berlangsung Jumat (24/9) malam. Bertujuan untuk penyesuaian antara fakta yang di alun-alun dengan hasil berita acara pemeriksaan saksi dan calon tersangka.

Muhammad Kosman alias Muhammad Kece dibekuk oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Polri bersama Polda Bali di tempat persembunyiannya, berakhir video penghinaan terhadap simbol agama viral di media sosial.

Penangkapan itu berlangsung di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (24/8). Usai ditangkap, Kece lalu diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan dan penahanan di Rutan Bareskrim Polri pada Rabu (25/8).

Tersangka M Kece disangkakan dengan Pasal 28 ayat (2) dan juncto Pasal 45 a ayat (2) dapat juga dijerat dengan peraturan lainnya yang relevan yakni Pasal 156 a KUHP tentang Penodaan Agama, ancaman hukuman enam tahun penjara.

Pada malam isolasi di Rutan Bareskrim Polri, Kamis (26/8), Muhammad Kece mendapat penganiayaan yang dilakukan oleh sesama tahanan. Tidak hanya dipukuli, pelaku juga melumuri wajah dan tubuhnya dengan tinja. Kece pun membuat laporan polisi dengan no LP 0510/ VIII/2021/Bareskrim. Polri, dimana dalam laporan tersebut nama Irjen Pol Napoleon Bonaparte selaku terlapor. (mg4/wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button