Nasional

MenKopUKM Kawal Ketersediaan Produk UMKM di Jaringan Hotel Accor Group

“Tak heran kalau sekarang pembeli dari Eropa pesan langsung produk ke desa di Jawa Tengah,” tegas Teten.

Terkait kendala logistik ekspor yang masih dihadapi sejumlah UMKM , KemenKopUKM kata Teten, telah membuat program bersama Smesco untuk membantu kendala logistik tersebut dengan menggandeng perusahaan logistik Tanah Air dengan biaya terjangkau.

Menanggapi hal ini, General Manager (GM) Novotel Hotels & Resort Solo Toat Edi Wijaya menuturkan, ruang bagi UMKM di Novotel telah dilakukan sejak Agustus 2020. Hingga hari ini, diakui Toat, adanya tempat promosi bagi UMKM membawa dampak positif tak hanya bagi UMKM sendiri, tapi juga bagi tamu dan pihak hotel.

“Bagi UMKM sudah pasti ada akses pemasaran yang pasti, omzet juga meningkat. Bagi tamu hotel ini menjadi alternatif jika tak sempat membeli oleh-oleh kini tersedia di hotel dengan harga terjangkau. Dan bagi pihak hotel sendiri juga biaya yang dikeluarkan juga lebih rendah karena hotel menggunakan produk UMKM langsung dari sumbernya bukan industri, sehingga harga lebih murah dan beban operasional hotel semakin berkurang,” jelas Toat.

Toat menjelaskan, komitmen penyediaan ruang bagi UMKM ini sebagai upaya mengurangi bahan atau produk impor di hotel. Seperti kopi dan teh yang saat ini masih banyak dari luar. Maka ke depan, akan menggunakan produk UMKM. Saat ini kata Toat, prosesnya tengah mencari produk yang terbaik.

Khusus untuk kopi dan teh jika itu memnag sesuai taste internasional, sebut Toat, maka akan disampaikan juga ke jaringan Accor yang ada di luar negeri.

“Secara nyata yang sudah dilakukan adalah produk yang dipakai harian terutama breakfast hotel sudah menggunakan produk UMKM, mulai dari jamu, cokelat, bahan-bahan rempah, susu hingga roti,” rincinya.

Selanjutnya untuk produk amenitis VIP menjadi produk UMKM. Kemudian Novotel juga menyediakan ruang display di lobi hotel yang sesuai dengan fokus hotel. Misalnya di Novotel fokus ke UMKM makanan, Royal display khusus batik, dan Ibis dengan produk UMKM handycraft.

“Itu minimum setiap Sabtu dan Minggu ditampilkan, di mana tamu hotel di waktu tersebut cukup ramai. Bahkan setiap ada meeting kementerian selalu kami display produk UMKM,” jelasnya.

Sementara program yang tengah digalakkan adalah Ibis akan menjadi sentra kopi Jateng. Di mana ada satu kafe di sana, yang nanti akan di-set up produk unggulan kopi yang berasal dari 60 kota penghasil berbagai jenis, yang akan di-display di sana. Juga akan dibuat katalog, sehingga eksportir kopi bisa mencoba di kafe tersebut.

“Cita-cita kami dari 100 hotel Accor yang ada di Indonesia, perlahan berawal dari Jawa Tengah, begitu bagus disebarkan di seluruh Indonesia,” ucapnya. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button