Nasional

Sah, Anggaran BRIN pada 2022 Capai Rp10,51 Triliun

RDP tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman.

Dalam rapat tersebut, Kepala BRIN Handoko menuturkan dasar perhitungan anggaran non-operasional berdasarkan data klasifikasi anggaran riset dalam Nota Keuangan Tahun Anggaran 2022 dengan kriteria, yakni K/L yang tidak menggunakan program riset dan inovasi tetapi menggunakan Klasifikasi Rincian Output (KRO) Penelitian dan Pengembangan.

Kriteria berikutnya adalah K/L yang masih menggunakan Program Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Tahun Anggaran 2022, K/L yang tidak menggunakan program riset dan inovasi, tetapi menggunakan KRO Kajian bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pendidikan, dan Kebudayaan.

Kemudian, kriteria berupa K/L yang tidak menggunakan program riset dan inovasi tetapi menggunakan Rincian Output (RO) dengan nomenklatur penelitian, dan K/L yang tidak menggunakan program riset dan inovasi, tetapi menggunakan RO dengan nomenklatur studi.

Kriteria selanjutnya adalah lima entitas dalam rumpun riset dan teknologi yang telah bergabung ke BRIN, yakni Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN, Batan, BPPT, Lapan dan LIPI.

BRIN diminta untuk melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Komisi VII terkait sebagian anggaran non-operasional sebesar Rp 2.149.920.950.000 (Rp2,15 triliun).

Pada rapat tersebut, Komisi VII DPR juga menyetujui penyesuaian RKA-K/L Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Informasi Geospasial (BIG) Tahun Anggaran 2022 dengan rincian Pagu Anggaran Bapeten sebesar Rp120.515.776.000 (Rp120,52 miliar), sementara BIG sebesar Rp 495.119.418.000 (Rp495,12 miliar). (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button