Nasional

Perusahaan Angkutan Diingatkan Membuat Manajemen Keselamatan

Ia juga meminta sekolah transportasi untuk bisa mengambil peran yang menjadi bagian dari yang biasa dilakukan, seperti pembinaan, pelatihan dan monitoring, sehingga semakin banyak dan semakin cepat perusahaan menerapkan sistem manajemen keselamatan.

Budi menambahkan dalam sebuah perusahaan angkutan, risiko kecelakaan harus dapat diantisipasi dari hulu hingga hilirnya, antara lain melalui pembinaan sumber daya manusia, kesiapan kendaraan dan juga psikologi awak kendaraan.

“Untuk mendorong para operator melaksanakan sistem manajemen keselamatan, Kementerian Perhubungan setiap tahunnya memberikan penghargaan berupa klasifikasi bintang, makin banyak bintangnya maka perusahaan angkutan ini mendapatkan rekomendasi bagus. Sedangkan, untuk hukuman berupa sanksi yang ada dalam UU yang ada baik kepada perusahaan, pengemudi, ataupun kendaraannya,” katanya. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button