Nasional

Pelatihan Instalasi Perangkat Nirkabel dan Gelombang Mikro untuk Guru Kejuruan

Dijelaskan Saryadi, setiap angkatan akan diikuti oleh 20 guru. Selain itu, para peserta pelatihan diminta untuk melakukan alih pengetahuan baik teori atau praktik kepada peserta didik di sekolahnya masing-masing kepada minimal 60 peserta didik. Peserta pelatihan adalah para pendidik di SMK yang mengajar mata pelajar sistem komputer jaringan, sistem informasi dan aplikasi, dan kompetensi keahlian teknik elektronika industri.

“Harapannya, hasil dari pelatihan ini meningkatkan keterampilan peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan industri. Salah satunya adalah peningkatan teknologi kejuruan sesuai dengan keahlian dan kemutakhiran kebutuhan industri, dunia kerja (IDUKA). Terima kasih kepada para guru yang telah menunjukkan komitmen bersama memajukan SMK,” katanya.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam sambutan pembukaan di Huawei ASEAN Academy Engineering Institute Jakarta mengatakan bahwa program sinergis pelatihan untuk para pengajar (Training for Trainers) antara Ditjen Diksi dan Huawei Indonesia ini sangat strategis dalam mendukung kebutuhan industri terhadap lulusan-lulusan SMK siap kerja secara berkelanjutan dan akseleratif.

Melalui program ini katanya, para guru SMK dapat memperoleh pelatihan langsung dari Huawei yang telah diakui sebagai pemimpin industri TIK global. Dengan basis kemampuan mengajarnya, ilmu yang telah diperoleh para guru dari para pakar tentunya akan lebih mudah ditularkan kepada muridnya, sehingga proses alih pengetahuan dan teknologi menjadi lebih efektif.

“Program pelatihan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pemerintah untuk menyetak 9 juta SDM Digital di Indonesia pada 2030 serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas pada 2045. Apresiasi yang tinggi untuk sinergi Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek dan Huawei Indonesia,” ujar Moeldoko.

Selanjutnya, CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen dalam sambutan mengatakan, program pelatihan untuk para pengajar yang diselenggarakan di bawah payung kegiatan Huawei ICT Training ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Huawei yang fokus pada pengembangan kompetensi SDM Digital Indonesia.

Jacky Chen menerangkan bahwa pelatihan Instalasi Perangkat perangkat Nirkabel dan Gelombang Mikro untuk Guru Kejuruan SMK diselenggarakan di Huawei ASEAN Academy Engineering Institute Jakarta dengan fasilitas terlengkap di Asia Pasifik. Huawei ASEAN Academy Engineering Institute Jakarta memiliki lebih dari 100 pelatih, lebih dari 3 ribu kursus pelatihan, dan lebih dari 100 mirroring environment yang dilengkapi dengan laboratorium, ruangan kelas, tempat pelatihan, serta fasilitas-fasilitas lain seperti tempat untuk belajar instalasi perangkat dan pekerjaan lapangan.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya kepada penyelenggara pendidikan vokasi untuk belajar tentang perkembangan teknologi termutakhir di Huawei ASEAN Academy Engineering Institute Jakarta,” imbau Jacky.

Dirjen Wikan menyambut dengan memberikan apresiasi atas dukungan Huawei Indonesia dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. “Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas Ini sejalan dengan fokus Pemerintah demi menuju Indonesia maju dan pengembangan SDM unggul yang menjadi prioritas utama saat ini. Sinergi dunia pendidikan dengan industri diharapkan dapat mengakselerasi kualitas sumber daya manusia nasional dan sekaligus meningkatkan daya saing industri,” pungkasnya. (adv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button