Nasional

Alex Noerdin Batal Ditahan di Rutan KPK

Supardi mengatakan pihaknya segera merencanakan pemeriksaan Alex Noerdin dan Muddai Mandang sebagai tersangka. “Pemeriksaan pastinya dilakukan di Gedung Bundar,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Alex Noerdin berperan menyetujui kerja sama antara PDPDE Sumsel dengan PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) membentuk PDPDE Gas dengan maksud menggunakan PDPDE-nya untuk mendapatkan gas alokasi bagian negara.

Sedangkan tersangka Muddai Madang, ditersangkakan atas perannya menerima pembayaran yang tidak sah berupa “fee” pemasaran dari PT PDPDE Gas.

Alex Noerdin dan Muddai Madang dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 3 dan Pasal 18 UU PTPK jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baik Alex ataupun Muddai Mandang juga sempat ditilik sebagai saksi terpaut asumsi penyelewengan dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2015 dan 2017 senilai Rp130 miliyar yang diperuntukkan untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Sebelumnya, penyidik ‘Gedung Bundar’ telah menetapkan mantan Direktur Utama PDPDE Sumsel Caca Isa Saleh S dan A Yaniarsyah Hasan sebagai tersangka. Dalam perkara ini, Yaniarsyah juga menjabat sebagai Direktur DKLN merangkap Direktur PT PDPDE Gas.

Ada pula komposisi kepemilikan saham proyek tersebut merupakan 15 persen untuk PDPDE Sumsel dan 85 persen untuk DKLN. Dari kalkulasi Badan Pemeriksaan Keuangan( BPK), kerugian keuangan negara dalam permasalahan tersebut sebesar 30, 194 juta dolar AS.

Nominal itu berawal dari hasil pendapatan penjualan gas dikurangi bayaran operasional selama 2010- 2019. Ada pula kerugian lain sebesar 63. 750 dolar AS dan Rp2, 13 miliyar merupakan bayaran modal yang tidak sepatutnya dibayarkan oleh PDPDE Sumsel. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button