Nasional

Komoditas Ekspor, Kementan Genjot Produksi Kakao dan Manggis Bali

P4S Buana Lestari Tabanan mengandalkan komoditas kakao dari produksi 700 pohon per hektar, manggis 350 pohon per hektar, durian 100 pohon per hektar. Hasilnya? Kakao menghasilkan 600 hingga 800 kg per hektar atau total 84 ton per tahun senilai Rp50.000 per kg; manggis maksimal 2,5 ton per hektar senilai Rp40.000 per kg yang diekspor ke Selandia Baru dan China.

“Petani harus merubah paradigma tanam, petik, jual. Hasil produksi harus kembali diolah agar memberikan nilai tambah,” sebut Dedi.

Dalam kunjungannya, Dedi mengajak petani tetap produktif meski diterjang pandemi Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian Bali yang bertumpu pada pariwisata. Data menyebut 16,24% hanya pertanian yang tetap tumbuh secara nasional, dan sektor lain tiarap.

“Meski anggaran turun, produksi pertanian tetap naik, karena stakeholders tetap semangat,” katanya.

Sementara Ketua Kelompok Petani Kakao Buana Lestari, I Wayan Adi Pertama menyebutkan, kegiatan dimulai sejak 2011 dengan adanya pelatihan di BBPP. Menaungi sekitar 84 anggota, diharapkan kakao dapat memberi nilai tambah, khususnya pasca fermentasi harganya di kisaran Rp40.000 per kg.

“Sebelum pandemi, kami mengembangkan ekspor ke Selandia Baru melalui agen, namun akibat pandemi ekspor tertunda,” jelasnya.

Wayan sepakat usulan Dedi Nursyamsi bahwa hasil produksi harus diolah agar memberikan nilai tambah seraya merambah pasar lokal serta menjajaki potensi di luar produksi kakao untuk dikembangkan petani. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button