Nasional

Densus 88 Periksa Intensif Terduga Teroris AR Sebagai Tokoh Sentral JI

Catatan panjang keterlibatan AR dalam JI, tutur Aswin, membuktikan bahwa dia dengan sengaja tidak menjadi bagian dari struktur organisasi JI untuk menjauh dari endusan aparat. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa AR merupakan penganjur metode militer (Tanzim Askari) untuk terus dilanjutkan oleh JI dan melindungi ikatan dengan para pejuang di Afghanistan.

Dalam penemuan lain, AR merupakan penganjur yang kokoh agar JI senantiasa mensupport peperangan bangsa Moro dan Suriah, untuk menciptakan Nubuwah akhir zaman di Syam. Tidak hanya sampai di situ, tutur Aswin, AR adalah perumus Multazim bin Multazim (anak dari ayah) dalam pusat latihan teror JI yang diketahui dengan julukan “Jihadis”.

Aswin menerangkan bahwa AR merupakan konseptor penting dalam mengkonsep masa perencanaan teror ( I’ dad), rekrutmen anggota baru, kebijakan-kebijakan JI pada masa gawat, hingga ganjaran bagi anggota JI yang indisipliner.

AR juga populer dalam berbagai kanal media sosial. Tausiyahnya tersebar dalam wujud film yang sebagian besar mengulas artinya Jihad dalam bagian menciptakan independensi negara Islam, menggklarifikasi para” Jihadis” di Afghanistan dan Suriah, pengharaman kerakyatan, serta mengafirkan mereka yang tidak setuju.

“Sebagian teroris yang ditangkap seringkali dikenal sebagai penceramah agama dalam lingkungannya, namun pada dasarnya mereka adalah jaringan teroris, kita jangan sampai terkecoh,” ungkap Aswin.

Sederet catatan keterlibatan AR dalam pergerakan organisasi teroris tersebut menjadi bukti bagi Densus 88 Antiteror Polri untuk mengamankan tokoh sentral JI tersebut dalam rangka pencegahan dan penindakan terorisme di Tanah Air.

“Densus 88 selalu mencermati secara detail perilaku para terduga teroris sebelum ditangkap, dan kami menangkap mereka setelah didukung oleh bukti-bukti yang cukup,” ujar Aswin meneruskan. (mg4/wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button