Nasional

Tiga Film Indonesia Siap Kompetisi di Festival Film Busan 2021

Produser “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” Meiske Taurisia juga memiliki nostalgia yang sama.

“Busan akan selalu menempati tempat yang spesial karena film pertama kita, Babi Buta Yang Ingin Terbang (2008) sutradara Edwin dan saya sebagai produser, berkompetisi dalam program New Currents, sebuah program kompetisi untuk film pertama serta kedua yang didedikasikan untuk new discovery sutradara-sutradara muda Asia,” tutur Meiske.

Nada serupa juga disampaikan oleh Mandy Marahimin, produser film pendek “Laut Memanggilku”.

“Busan International Film Festival merupakan sebuah festival film yang secara konsisten mendukung film-film Asia, dan kita merasa bangga bisa terpilih untuk berkompetisi di sana,” tuturnya.

Ketiga film ini secara bersama menampilkan kisah orang Indonesia walau masing-masing menuturkannya dengan latar belakang (dan waktu) yang berbeda.

“Laut Memanggilku” bertutur tentang kerinduan seorang anak kecil, “Yuni” bicara mengenai mimpi dan batasan yang dialami perempuan di Indonesia, sedangkan “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” bercerita tentang toxic masculinity dan budaya pop.

“Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” diperkirakan akan tayang di bioskop-bioskop di Indonesia pada akhir 2021, sementara “Yuni” direncanakan akan tayang pada 2022. (mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button