Nasional

Pertanian Menguntungkan, Mentan Dukung Milenial Kalbar Ekspor Sarang Walet

Untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Mentan Syahrul juga mengajak petani khususnya milenial agar memanfaatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sejumlah program lainnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah Indeks Pertanaman (IP), Varietas Unggulan Baru (VUB), mekanisasi, korporasi petani, KUR dan pelatihan kewirausahaan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap milenial terus mengambil peran di pertanian.

“Pertanian Indonesia membutuhkan peran petani milenial, dari milenial kita harap terobosan dan inovasi yang bisa memajukan pertanian di Indonesia,” tandasnya.

Terkait KUR, Dedi mengajak petani milenial manfaatkan akses KUR. “KUR sangat bagus mendukung pengembangan produksi pertanian. Kementan melalui BPPSDMP pun kerap melakukan pelatihan yang bisa membantu petani mendapatkan akses KUR,” katanya.

Dia memastikan BPPSDMP Kementan tiada henti berupaya mencetak entrepreneur, adalah salah satu upaya serius yang kita lakukan karena Kementan memiliki sejumlah pelatihan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha para petani, utamanya milenial. “Dari mereka kita harapkan ada pengembangan sehingga pertanian bisa tumbuh maksimal,” pungkas Dedi.

Gulam Mohamad Sharon selaku owner PT Borneo Walet Lestari mengatakan bahwa beberapa negara telah negoisasi untuk ekspor SBW, selain itu Taiwan juga sudah melakukan pemesanan.

Menurut milenial usia 39 tahun, perusahaan yang didirikan sejak 2019, terus meningkatkan kapasitas produksi dari tahun ke tahun. “Perusahaan juga terus meningkatkan kualitas agar memenuhi kualifikasi produk ekspor walet sesuai arahan Kementan,” ungkapnya. (ibs)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button