Nasional

Moderasi Agama Kunci Kerukunan dan Toleransi di Indonesia

INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Agama (Wamen) Zainut Tauhid Sa’adi berbicara tentang moderasi beragama. Hal itu merupakan konsepsi yang dapat membangun sikap toleran dan rukun. Sehingga memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia menyatakan, bahwa salah satu tugas Kementerian Agama itu ialah memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

“Kami memiliki program moderasi agama, bukan berarti kita ingin memoderatkan agama, karakter agama sudah moderat. Yang perlu dimoderatkan adalah cara kita beragama dari pemahaman ekstrem,” kata Zainut dalam Podcast Ngobrol Ala Indoposco (Ngaco), Rabu (8/9/2021).

Ada yang memiliki cara pandang, sikap dan perilaku beragama liberal, atau sering disebut sebagai ekstrem kiri. Selain itu, konservatisme beragama atau yang sering disebut sebagai ekstrem kanan.

“Ekstrem terlalu kanan misalnya, cara pemahaman agama yang terlalu berlebihan secara tekstual. Itu akan menuju ke pemahaman yang sempit dan rigid,” tutur Zainut.

Mereka yang berhenti pada cara pandang, sikap dan perilaku beragama secara liberal akan cenderung secara ekstrem mempercayai akalnya dalam menafsirkan ajaran agama, sehingga terlepas dari teksnya.

“Pada sisi lain, ekstrem kiri itu ingin melepaskan dari teks. Tolak ukurnya ialah pada aspek kemaslahatan umat manusia,” ujar mantan Wakil Ketua MUI itu.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button