Nasional

DPR Tidak Benarkan Aksi Perusakan Masjid Ahmadiyah di Sintang

Ia mengutuk bentuk kekerasan beragama di Indonesia. Karena itu tidak dibenarkan secara hukum. Untuk itu, menurut dia, perlu adanya langkah-langkah pendekatan preventif yang dilakukan oleh berbagai stakeholder, baik Kemenag dan jajarannya serta aparat kepolisian.

Upaya tersebut, lanjut dia, untuk mencegah menyebar luasnya isu kasus perusakan masjid jamaah Ahmadiyah menjadi isu sara. “Ini harus dicegah, jangan sampai kasus ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Ia mengaku prihatin atas aksi perusakan masjid jamaah ahmadiyah di Tempunak, Sintang, Kalimantan barat. Karena, setiap masalah bisa diselesaikan melalui forum musyawarah, bukan dengan aksi perusakan.

“Saya menyesalkan tindakan anarkis yang dilakukan apapun alasannya, semua harusnya bisa diselesaikan melalui forum musyawarah bukan dengan tindakan perusakan,” ujarnya.

Dia juga meminta agar Kemenag segera bertindak cepat dalam merespon tindakan kekerasan tersebut, dengan melakukan mediasi. “Kemenag segera turun tangan untuk melakukan mediasi, jika memang kegiatan Ahmadiyah itu menyimpang dari syariat Islam, maka perlu tindakan tegas, dan jangan sampai terjadi main hakim sendiri,” katanya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button