Nasional

Tekan Stunting, BKKBN Melakukan Ini Sesuai Perpres No 72/2021

“Suatu surveilans keluarga berisiko stunting akan mengamati dari waktu ke waktu. Ini menjadi hal yang penting, kemudian kasus yang ada dilakukan audit seperti apa solusi masing-masing kasus menjadi sangat penting,” ucapnya dikutip Antara.

Selain itu, BKKBN juga telah mendiskusikan pembuatan sebuah aplikasi kesehatan terkait stunting bersama Kementerian Kesehatan (Kemkes). Aplikasi tersebut nantinya dapat memuat sejumlah informasi, seperti hasil pemeriksaan kondisi ibu hingga nama dan alamat keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Ia menjelaskan, penting bagi para calon ibu, ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan untuk terus diperhatikan kondisi kesehatan tubuhnya melalui pendataan tinggi badan, berat badan, lingkar lengan bagian atas untuk memeriksa apakah ibu dalam kondisi memiliki anemia dan under nutrition atau tidak.

Melalui aplikasi itu, Hasto berharap para bidan yang membantu memeriksa dan membantu proses kelahiran dapat mencatat seluruh hasil pemeriksaan kesehatan ibu.

Hasto mengatakan, semua langkah-langkah inovasi akan terus dilakukan untuk dapat mendeteksi lebih dini kondisi anak yang memiliki bakat stunting sejak dalam kandungan.

“Kita akan tahu berapa yang akan menjadi stunting. Karena dari situ kemudian bayi yang punya bakat stunting harus kita kawal dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button