Nasional

Potensi Sumber Daya Laut yang Belum Termanfaatkan Rp132 T

Dirjen Perikanan Tangkap juga menuturkan bidang perikanan tangkap harus dikelola dengan menggunakan prinsip ekonomi biru yang mengolaborasikan antara kepentingan ekologi dan ekonomi, karena bila kondisi daya dukung lingkungannya tidak terpelihara, apalagi rusak, maka tidak akan bisa dimanfaatkan ekonominya.

Untuk itu, ujar dia, KKP merancang model penangkapan terukur yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya ikan secara terukur, dari hulu sampai ke hilir, sesuai daya dukungnya.

Dalam rancangan terkait implementasi konsep penangkapan ikan terukur, ada zona penangkapan terukur fishing industri yang terdiri atas empat zona, yaitu Zona I (Wilayah Pengelolaan Perikanan/ WPP 711, yaitu Laut Natuna dan Selat Karimata), Zona II (WPP 572 dan 573 di Samudera Hindia), Zona III (WPP 716 dan 717 di Laut Sulawesi hingga Teluk Cenderawasih yang berbatasan dengan Pasifik), dan Zona IV (WPP 715 dan 718, yaitu sekitar Laut Maluku dan Arafuru).

Selain itu, ada pula wilayah terbatas dan nursery ground yaitu WPP 714 (Laut Banda), serta zona bebas untuk nelayan lokal di WPP 571, 712, dan 713 (yaitu di sekitar Selat Malaka, Laut Andaman, Laut Jawa, Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali). (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button