Nasional

MenkopUKM Dorong Pegawai Jadi Fasilitator Bagi Pelaku KUMKM

“Dalam kesempatan ini ada 5 pegawai yang diusulkan dari berbagai unit kerja kedeputian yang akan mendapatkan penghargaan. Perdana di tahun ini kami juga memberikan beasiswa, dan alhamdulilah mereka diterima di Universitas Indonesia. Kami rencanakan di tahun depan juga akan diadakan kembali dan juga ditingkatkan,” tutup Arif.

Menteri Teten juga memaparkan, meskipun UMKM menyumbang 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) perekonomian RI, namun persentase sebesar itu dinilai belum cukup produktif, hal ini dikarenakan jumlah populasi usaha yang merupakan pelaku UMKM mencapai 99,9%.

“Harusnya bisa lebih besar lagi kontribusinya, makanya kita targetkan kontribusi UMKM sebesar 65% pada 2024 nanti, dengan cara fokus pada kegiatan produksi dan peningkatan daya saing UMKM,” kata Menteri Teten.

Persentase yang relatif masih rendah juga terlihat pada kontribusi ekspor, dimana sumbangan UKM terhadap ekspor baru mencapai 14%, dan ditargetkan menjadi 17% pada 2024.

Rasio kewirausahaan juga dinilai masih rendah, baru 3,47% atau tertinggal dibanding negara sesama ASEAN seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

“Kita berharap rasio kewirausahaan bisa menjadi 4% pada 2024. Angka 4% itu merupakan persentase minimal bagi sebuah negara untuk bisa dikatakan sebagai negara maju,” ujar MenkopUKM.

Menteri Teten menambahkan, ada tugas yang tak kalah pentingnya yaitu menyiapkan UKM masa depan atau sering disebut sebagai the future UKM, dimana UKM ini sudah masuk dalam industri pasok nasional maupun global.

“UKM masa depan adalah UKM yang memiliki background dan bisnis model yang bagus, dan menguasai teknologi,” pungkas Teten. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button