Nasional

DPR Harapkan Dewan Pers Kontrol “Clickbait Journalism”

Di masa pandemi, hoaks semakin marak dan bahkan lebih terkenal dibandingkan fakta yang ada di masyarakat.

Kehadiran hoaks lebih mudah diperoleh masyarakat karena seringkali penyebarannya dilakukan lewat media sosial.

Di samping itu, kondisi tersebut semakin diperkuat dengan masyarakat Indonesia yang lebih percaya media sosial dibanding media arus utama.

Dalam riset yang dilakukan oleh Universitas Multimedia Nusantara (UMN) terkait Persepsi Khalayak terhadap Pemberitaan Covid-19 melalui media hingga Juni 2021 didapatkan fakta kalau masyarakat Indonesia paling banyak menjadikan media sosial sebagai referensi terpercaya untuk mendapatkan informasi tentang Covid-19, disusul oleh portal berita ataupun media daring, serta di tempat ketiga diduduki oleh televisi.

Dengan fakta itu maka tidak heran ada banyak hoaks yang sampai ke masyarakat karena dengan mudahnya bertebaran di media sosial.

Oleh karena itu, dia berharap pers di Indonesia bisa kembali pada koridornya memberikan data yang akurat, tepat, serta kredibel dengan praktik jurnalisme yang benar sehingga hoaks tidak lagi dapat mengganggu kondisi masyarakat serta bernegara.

“Kita bisa mendorong peran pers ini, untuk mengedukasi terkait informasi seputar Covid-19 pada khalayak luas sehingga hoaks ini bisa dilawan,” tutupnya. (mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button