Kang Emil: Membaiknya Covid-19 Harus Disertai Percepatan Vaksinasi

INDOPOSCO.ID – Penanganan Covid-19 yang terus membaik di wilayah Jawa Barat (Jabar) harus disertai dengan percepatan dan perluasan vaksinasi Covid-19. “Percepatan dan perluasan vaksinasi dilakukan agar kekebalan komunal atau “herd immunity” dapat terbentuk akhir 2021,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) melalui keterangan tertulis Sabtu (14/8/2021).
Kang Emil, sapannya mengatakan saat kedaruratan sedang turun gunung, perlunya percepatan vaksinasi sampai Desember, sehingga diharapkan pada Januari 2022 tidak ada lagi kedaruratan, vaksinasinya sudah tercapai yang ada adalah adaptasi.
“Untuk merealisasikan target pembentukan herd immunity pada akhir 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan memaksimalkan puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes),” katanya.
RK mengatakan, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi faktor penting untuk menggelar sentra-sentra vaksinasi maupun vaksinasi massal. Dua kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecepatan penyuntikan vaksin Covid-19 di Jabar.
“Cara pertama memaksimalkan infrastruktur pemerintah puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Yang kedua mengajak pihak ketiga menyelenggarakan sentra-sentra vaksinasi,” tandasnya.
Kang Emil menyatakan, Pemprov Jabar terus berupaya meningkatkan jumlah penyuntikan vaksin setiap harinya, di mana saat ini, penyuntikan vaksin Covid-19 sudah mencapai hampir 150.000 dosis.
“Tiga bulan lalu per hari hanya 50 ribu, hari ini sudah naik tiga kali lipat, hampir 150 ribu. Tapi, karena penduduknya paling banyak kita harus mengejar 400 ribu per hari. Hal ini sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat. Itu syarat kami bisa selesai di bulan Desember. Oleh karena itu kami memohon suplai vaksin Jawa Barat harus sejumlah proporsional dengan jumlah penduduk,” ujarnya.
Ridwan Kamil juga menginstruksikan Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi untuk memantau pelaksanaan vaksinasi di 27 kabupaten/kota agar bisa sejalan dan merata capaiannya.
“Kita akan motivasi daerah-daerah yang masih rendah pelaksanaan vaksinasinya dan mengejar target 400 ribu per hari itu merata,” pungkasnya. (dam)