Nasional

Kemkominfo Bersama Kemendikbudristek Ajak Sekolah Buat Website yang Aman, Informatif, dan Menarik

Tony Seno Hartono, Entrepreneur dan Praktisi IT/ Dewan Pengarah Siberkreasi dalam paparannya menjelaskan mengenai pembuatan website sekolah yang aman, informatif, dan menarik, bagaimana cara developer website menjaga keamanan website dan users, serta apa saja fitur atau software yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga dan meningkatkan keamanan website.

Salah satu kriteria website yang baik menurut Tony adalah website yang mempunyai navigasi dan desain responsif yaitu yang bagus ditampilkan di semua perangkat komputer dan smartphone dan juga selalu memutakhirkan piranti lunak dan plug-in sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keamanan situs web. Tony juga menyarankan kepada pemilik website untuk mengubah setelan CMS (sistem manajemen konten) agar website tidak mudah diretas.

“Banyak saya temukan bahwa setelan ini (CMS) tidak diubah oleh pemilik website yang baru sehingga memiliki celah keamanan dimana para peretas bisa masuk,” ungkap Tony.

Berita Terkait

Selanjutnya, Indriyatno Banyumurti, Manajer Program ICT Watch, menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dan dihindari dalam membuat situs agar menarik untuk dikunjungi. Indriyatno juga memberikan tips agar website yang kita miliki menduduki peringkat teratas dari hasil pencarian. Salah satu yang penting agar website kita ada di halaman Google adalah update, selain juga menetapkan kata kunci yang diperlukan.

“Membangun situs web adalah membangun pintu untuk orang melihat sekolah kita, jadi penting sekali untuk membangun situs web yang informatif dan menarik karena itu akan menjadi persona imej kita di dunia digital,” tutur Indriyanto.

Selain itu, Nastiyawati, S.Pd., dari Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristekdikti, memberikan informasi mengenai kebijakan program dan aktivitas Direktorat Sekolah Dasar, yaitu “GIAT SD” (Galeri Informasi, Aktifitas, dan Transformasi Sekolah Dasar) yang di dalamnya terdapat beberapa program-program menarik seperti GIAT Menyapa, GIAT Edukasi, GIAT Berkabar, GIAT Melayani, GIAT Berpartisipasi.

“Pastinya dari setiap program-program ini kami selalu menampilkan sharing-sharing praktek baik dari sekolah, orang tua, siswa, maupun Dinas Pendidikan, ” kata Nastiyawati.

Webinar dilanjutkan dengan Sugeng Andono, (Guru SMK 2 Wonosari) sebagai narasumber terakhir yang menceritakan pengalaman serta kendala yang sering dihadapi dalam mengembangkan dan mengelola website sekolah. Sugeng mengingatkan, bahwa pada prinsipnya perlu disiapkan terlebih dahulu website yang akan dibangun, setelah dibangun website pun perlu untuk di-manage dan di-update, kemudian tentunya juga terus belajar menguasai teknologi yang kita gunakan.

“Kita tidak harus bergantung kepada satu platform, mungkin sekarang menggunakan wordpress kemudian suatu saat ingin mengganti CMS yang lain tidak masalah, web itu selalu dinamis”, ucap Sugeng.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab antara narasumber dengan 1000 peserta di dalam zoom meeting yang umumnya adalah tenaga pendidik di seluruh Indonesia. (ibs)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button