Nasional

Menkeu Sebut Rp2,3 Triliun untuk Kuota Internet Kemendikbudristek

“Kenapa tidak diberikan Agustus? Karena membutuhkan proses pembaharuan data. Setiap tahun ajaran baru akan ada perubahan apakah murid yang bersangkutan tadinya PAUD masuk ke SD, SD ke SMP, SMP ke SMA, atau SMA jadi mahasiswa,” jelasnya, dikutip dari Antara.

Perpanjangan bantuan kuota internet juga akan dicoba oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang pada periode sebelumnya yaitu Mei sampai Juni 2021 memiliki anggaran Rp478 miliar.

Anggaran tersebut meliputi pemberian tujuh GB bagi 713 ribu siswa PAUD senilai Rp27,5 miliar, 10 GB bagi 5,45 juta siswa dikdasmen senilai Rp300,3 miliar, 12 GB bagi 765 ribu guru senilai Rp50,6 miliar serta 15 GB bagi 47 ribu dosen dan 1,16 juta mahasiswa senilai Rp100,4 miliar.

Dari alokasi Rp478 miliar ini terealisasi sebesar Rp244,4 miliar sehingga masih terdapat sisa kurang lebih Rp234,5 miliar dan sisa alokasi ini yang akan digunakan untuk melanjutkan bantuan kuota internet periode berikutnya yakni September sampai November 2021.

Ia menjelaskan syarat penerima bantuan kuota internet meliputi siswa PAUD dan pendidik PAUD dan dikdasmen harus terdaftar di dapodik serta memiliki nomor ponsel yang aktif.

Untuk mahasiswa dan dosen syaratnya adalah terdaftar di PDDikti sebagai mahasiswa atau dosen aktif, memiliki nomor ponsel aktif, memiliki kartu rencana studi pada semester berjalan dan memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP). (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button