Nasional

Kisah Bocah Vino, Remaja BSS, dan Kementerian Sosial

Kemensos melalui Tim Respon Darurat Balai Budi Luhur Banjarbaru yang terdiri dari Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial memberikan dukungan psikososial, motivasi dan penguatan kepada Vino dan Mbah Yatin. Tim juga memberikan paket pelindung diri berupa masker medis, hand sanitizer, dan face shield dan sarung tangan.

Balai juga memberikan penyuluhan agar Vino dan keluarga selalu mentaati protokol kesehatan dan memakai alat pelindung diri lengkap ketika keluar dari rumah. Selanjutnya Vino akan tinggal bersama keluarga besar nya di Kabupaten Sragen Jawa Tengah dan melanjutkan sekolah.

Kemensos juga melakukan respon kasus terhadap remaja BSS (18), disabilitas intelektual di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. BSS tidak memiliki tempat tinggal setelah kedua orang tuanya meninggal karena Covid-199. BSS lebih banyak dikurung, sehingga dinas sosial setempat, aparat desa, dan warga setempat tidak mengetahui keberadaannya.

Kepala Balai Medan Lyana Siregar menugaskan Kepala Subbag Tata Usaha Budi Prayitno dan dua Pekerja Sosial Maidinse Hutasoit dan Ilzami untuk datang ke lokasi melakukan respon kasus. Sejak 1 Agustus 2021, BBS ditempatkan di asrama putra. Selama di dalam balai, BSS akan mendapat pendampingan dan pelatihan terutama berkaitan dengan kegiatan aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, BSS cukup mandiri untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari sendiri yang sederhana,” ujar Lyana dilansir Antara.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dari koordinasi tersebut adalah dengan berusaha melakukan penelusuran keluarga dan tempat layanan yang tepat bagi BSS. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button