Nasional

Pascagempa Pacitan, Mensos Minta Pemda Perhatikan Prediksi Bencana BMKG

Ketiga, menggunakan kearifan lokal. Mensos mengatakan, kearifan lokal yang sudah ada dapat digunakan karena telah teruji sejak lama. Sebagai contoh tsunami di Aceh, yang salah satu dampaknya dirasakan di Kabupaten Simeulue. Dengan kearifan lokal, hasilnya minim korban berjatuhan.

“Di sana waktu saya lihat korban yang jatuh tidak banyak, ternyata ada kearifan lokal seperti bangunan-bangunan rumah yang berupa kayu gitu semacam tahan gempa. Masyarakat juga bisa membedakan gempa yang berpotensi tsunami dan mereka segera lari ke atas bukit, hal-hal seperti itu yang bisa kita gali,” ujarnya dilansir Antara.

Terkait dengan pembangunan selter atau tempat pengungsian sementara akan didiskusikan dengan pihak terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, menurut hasil penelitian, Kabupaten Pacitan salah satu kawasan di garis pantai selatan Pulau Jawa yang berpotensi gempa dan tsunami. “Diperkirakan potensi tsunami dapat terjadi dengan ketinggian gelombang hingga 18 meter dengan waktu tiba sekitar 26 menit setelah terjadi gempa bumi,” katanya.

Sementara dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kesiapsiagaan Mengantisipasi Potensi Bencana di Kabupaten Pacitan, secara daring di Jakarta, Selasa (27/7/2021) hadir antara lain Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Ssial Pepen Nazzarudin, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, dan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, serta Taruna Siaga Kabupaten Pacitan. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button