Nasional

Semula Senang, Nggak Tahunya Para Pelaku Usaha Warteg Belum Bernapas Lega

“Jangan sampai kasus serupa seperti di Medan atau Gowa terulang. Petugas memberlakukan hukum tidak tepat,” katanya.

Di warteg, dikatakan dia, pembeli tidak bisa makan dengan pembatasan waktu cepat. Apalagi pelanggan dari kalangan lansia.

“Yang menjadi pertanyaan kami pembatasan waktu ini mulai pemesanan makanan atau mulai makannya,” ucapnya.

Apalagi, masih ujar Mukroni, para pelaku usaha warteg secara ketat memberlakukan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Dengan menyiapkan tempat cuci tangan dan menjaga jarak.

“Sebenarnya waktu 20 menit itu, untuk persebaran virus sudah tinggi. Jangankan 20 menit, 1 menit saja penularan virus bisa terjadi,” terangnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button