Nasional

KPAI Minta Orang Tua Terpapar Covid Siapkan Mitigasi Risiko

Tak hanya itu, duka mendalam juga dirasakan oleh Arga. Bocah laki-laki berusia 13 tahun itu juga ditinggal ayah dan ibu kandungnya karena Covid -19.

“Arga terlihat menghadiri pemakaman ibunya bahkan mengadzankan, Deasy Setiawati (40) di permakaman Muslimin Kelambu Kuning Tenggarong, Kukar. Dua hari sebelumnya, Arga ditinggal sang ayah, Alihusni (45),” kata Retno menceritakan.

Saat ini ungkap Retno, Arga juga masih menunggu kondisi dua saudaranya, yakni Arya (17) dan Abai (10) yang mulai membaik.

“Kakak dan adik Arga itu saat ini masih menjalani isolasi di Wisma Atlet Tenggarong Seberang. Sedangkan saudaranya yang paling kecil, Dilla (4), menjalani isolasi mandiri di rumah kerabatnya,” cetusnya.

Atas kejadian kejadian tersebut, KPAI merekomendasikan agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat perlu segera memilah data dan mengumumkan anak-anak di bawah umur yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya.

“Pemetaan wilayah di mana anak-anak itu tinggal juga penting, agar intervensi Negara bisa dilakukan melalui dinas-dinas terkait di daerah maupun Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA),” tegasnya.

Selain itu, kata Retno, setelah data diperoleh, maka pemerintah harus berfokus untuk segera menyediakan dukungan psikososial dan ekonomi pada anak-anak yang kehilangan orang tua dan pengasuh mereka akibat pandemi. Karena, anak-anak yang kehilangan pengasuh dalam waktu singkat lebih rentan mengalami kesehatan mental, penyakit kronis serta penyalahgunaan zat terlarang saat dewasa.

Terakhir, pemerintah perlu membangun komunikasi dengan masyarakat tentang perlunya keluarga mempersiapkan mitigasi risiko. Dalam mitigasi risiko, ketika ayah atau ibu terpapar Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri, mereka perlu sesegera mungkin berbicara dengan anggota keluarga besar tentang siapakah yang selanjutnya akan merawat, dan membesarkan anak-anak mereka jika hal yang terburuk terjadi.

“Tujuannya ialah memastikan kejelasan tentang siapakah yang selanjutnya akan ditunjuk untuk merawat anak-anak untuk menjamin akses pendidikan mereka, dan melindungi mereka dari ancaman perkawinan anak dan perdagangan anak. Mitigasi ini perlu terutama jika anak yang ditinggalkan masih balita atau berada pada usia anak,” tukas Retno. (yas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button