Nasional

Kementerian PUPR Bangun Rumah Khusus Suku Anak Dalam

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sumatera IV, Indra M Sutan didampingi oleh Kasi Wilayah II Gusman menyatakan, Direktorat Jenderal Perumahan melalui Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jambi pada tahun 2018 lalu telah membangun Rumah Khusus yang diperuntukkan untuk masyarakat Suku Anak Dalam di Kabupaten Merangin. Pembangunan Rumah Khusus Suku Anak Dalam ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Satu Juta Rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah.

“Suku Anak Dalam merupakan salah satu masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah agar kehidupan mereka bisa lebih baik. Rumah Khusus Suku Anak Dalam yang dibangun berjumlah 23 unit dengan tipe 28 dan berlokasi di Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pemenang, Kabupaten Merangin,” katanya.

Selain di Kabupaten Merangin, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR juga telah membangun Rumah Khusus Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun yang berjumlah 57 unit dengan tipe 28 panggung serta rumah khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berprofesi sebagai nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebanyak 50 unit tipe 28.

Pada kesempatan itu, Indra M Sutan bersama rombongan juga meninjau langsung bagaimana pemanfaatan dari pembangunan rumah khusus Suku Anak Dalam tersebut. Hingga saat ini seluruh hunian rumah khusus tersebut telah ditempati oleh Suku Anak Dalam dan mereka bisa membaur dengan masyarakat pada umumnya.

Sebagai informasi, Suku Anak Dalam atau Orang Rimba atau Orang Ulu adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Provinsi Jambi. Suku ini masih dikategorikan sebagai “masyarakat terasing” dikarenakan kehidupan mereka yang berada di dalam hutan dan berpindah-pindah tempat.

Melalui pembangunan rumah khusus Suku Anak Dalam di Kabupaten Merangin, pemerintah berharap kehidupan Suku Anak Dalam yang biasanya berpindah-pindah tempat dan tinggal di hutan yang hanya beralaskan tenda darurat dengan kehidupan yang seadanya bisa berubah dan mempunyai kehidupan yang lebih baik. Anak-anak Suku Anak Dalam pun kini telah menempuh pendidikan di bangku sekolah.

Salah seorang Ketua Suku atau Temenggung Suku Anak Dalam, Jhon mengatakan, dirinya mewakili masyarakat sangat terimakasih atas bantuan rumah yang telah diberikan Kementerian PUPR. Dirinya menceritakan saat ini masyarakat bisa istirahat di tempat yang aman dan nyaman tanpa perlu takut tertimpa pohon ataupun jadi sasaran binatang buas di hutan.

“Kami sadar sejak tinggal di rumah khusus ini kehidupan kami pun juga ikut berubah dan saat ini anak-anak juga sudah sekolah. Kami harap pemerintah bisa terus membimbing kami untuk bisa memiliki kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. (gin)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button