Nasional

KemenkopUKM Beri Pembekalan kepada Koordinator dan Pendampingan KUR di Bali

INDOPOSCO.ID – Kementerian Koperasi dan UKM memberikan Pembekalan Koordinator dan Tenaga Pendampingan KUR sebagai upaya memperluas program KUR agar dapat diakses lebih banyak masyarakat di tengah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Eddy Satriya yang diwakili oleh Asdep Pembiayaan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Irene Swasuryani mengatakan, pendampingan kepada usaha mikro untuk mengakses pembiayaan melalui KUR dilaksanakan melalui koordinasi antara Deputi Bidang Usaha Mikro dengan Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota serta penyalur KUR.

“Target Pendampingan KUR Tahun 2021 yaitu memberikan pendampingan kepada 7.000 (tujuh ribu) Pelaku Usaha Mikro di 10 Provinsi dengan jumlah tenaga pendamping sebanyak 230 orang dan dilakukan selama 4 bulan. Satu orang tenaga pendamping memberikan pendampingan kepada 10 Usaha Mikro setiap bulan,” katanya dalam kegiatan Pembekalan Koordinator dan Tenaga Pendampingan KUR di Provinsi Bali pada Jumat (25/6/2021).

Deputi Bidang Usaha Mikro telah menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan Pendampingan Kepada Usaha Mikro Untuk Mengakses Pembiayaan Melalui KUR Tahun Anggaran 2021 No 25/2021 pada 7 Mei 2021 yang dapat dijadikan pedomanpelaksanaan pendampingan KUR Tahun Anggaran 2021.

Dan berdasarkan Permenko Nomor 8 Tahun 2019, Pembinaan dilakukan Pemerintah Daerah dengan melakukan unggah data calon penerima KUR yang diunggah oleh Penyalur KUR dan perusahaan Penjamin, sesuai dengan wilayah masing-masing ke dalam SIKP. Selain itu dengan mengidentifikaso data calon penerima KUR yang unggah oleh Penyalur KUR dan Perusahaan Penjamin, sesuai dengan wilayah masing-masing ke dalam SIKP.

”Juga bisa dengan cara mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk keperluan pengembangan dan pendampingan usaha Penerima KUR di masing-masing wilayah,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima indoposco.id.

Pada 2020, Pemerintah memberikan dukungan akses pembiayaan untuk UMKM melalui program KUR dengan target sebesar Rp190 triliun. Dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemerintah memberikan relaksasi dan stimulus tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6 persen sampai dengan 31 Desember 2020 (sehingga suku bunga menjadi 0 persen).

Selain itu, Pemerintah menambahkan skema KUR Super Mikro yang tidak mensyaratkan agunan tambahan untuk plafon KUR sampai dengan Rp10 juta yang diprioritaskan bagi pelaku UMKM dari pekerja yang terkena PHK dan Ibu Rumah Tangga.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button