Nasional

Gali Potensi Ekspor Daerah, Bea Cukai Edukasi Pelaku Usaha

“Untuk mewujudkan program itu, tentunya diperlukan sinergi dan komitmen dari semua pihak, seperti tim ground handling bandara yang saat ini hadir. Semoga kita bisa lebih luas mengedukasi tentang tata laksana serta biaya ekspor kepada pelaku usaha, sehingga nantinya akan lebih banyak pelaku UKM dan UMKM yang melakukan ekspor,” ujar Purnomo.

Selain itu, melihat besarnya profil investasi para pelaku usaha wilayah Bogor di bidang ekspor, Bea Cukai Bogor menawarkan Klinik Ekspor sebagai wadah bagi perusahaan dan industri kecil menengah untuk berkonsultasi terkait kegiatan ekspor. Salah satu pengguna jasa, PT Abbot, telah menggunakan fasilitas ini, dan berkonsultasi langsung dengan Sasmita, Kepala Seksi Pelayanan Kepabean dan Cukai VI terkait fasilitas kepabeanan yang dapat digunakan untuk melakukan ekspor.

“Karena PT Abbot merupakan perusahaan di bidang farmasi yang memproduksi berbagai jenis obat atau produk kesehatan, dan saat ini hendak melaksanakan ekspor, ada dua fasilitas kepabeanan yang mungkin dapat digunakan yaitu Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Pembebasan atau kawasan berikat, sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-160/PMK.04/2018,” jelas Sasmita.

Sejalan dengan hal tersebut, Bea Cukai Luwuk juga mendatangi langsung beberapa pengguna jasa untuk memberikan layanan Klinik Ekspor. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan kendala yang dihadapi pengguna jasa untuk ekspor, serta memberikan konsultasi terkait ekspor.

Serta turut mendukung ekspor produk unggulan dari Pamekasan, Bea Cukai Madura menghadiri penandatanganan MoU PR. Ayunda dengan PT Panca Tobacco, terkait hal pemasaran baik di dalam dan di luar negeri. Kepala Seksi PKC dan Duktek Bea Cukai Madur, Ako Rako Kembaren, mengatakan bahwa ini merupakan awal yang baik bagi PR Ayunda berkembang dan menggali potensi pasar internasional. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button