Nasional

KKP Siap Salurkan Bantuan Modal Rp1,2 Triliun

Dengan demikian, masih menurut dia, pembiayaan untuk sektor kelautan dan perikanan itu sebenarnya tidak seseram risikonya seperti yang kerap dibayangkan oleh pihak perbankan konvensional.

Apalagi, Syarif mengingatkan bahwa sektor kelautan dan perikanan hampir tidak terpengaruh faktor pandemi, karena rata-rata bergerak di sektor pangan, sedangkan yang terpengaruh oleh pandemi rata-rata seperti usaha yang terdapat di daerah lokasi wisata.

Ia juga menyatakan pihaknya siap untuk bekerja sama dengan pihak fintech yang tercatat di OJK karena disadari bahwa faktor kecepatan itu penting, namun juga harus dipersiapkan dengan baik terutama aspek stabilitas data untuk mendapatkan daftar rating kredit yang kredibel.

Kepala Divisi Operasional LPMUKP Hermawan Jatmiko mengatakan pihaknya telah memiliki pendamping yang bertugas menyosialisasikan kepada pelaku usaha.

Hermawan mengungkapkan banyak kisah menarik dari pendamping, seperti tidak sedikit dari debitur yang ternyata tidak memiliki rekening bank, sehingga harus dibantu bahkan diantar ke bank untuk membuka rekening karena takut bila sendirian.

Begitu juga halnya dengan kendala lainnya,menurut dia, seperti permasalahan jaminan atau kerumitan “jam kerja” seperti nelayan yang kerap bisa berada di laut hingga beberapa minggu.

Kelemahan lainnya adalah pengusaha di sektor mikro kerap tidak ada pembukuan yang memadai sehingga pihaknya menekankan pembinaan di bidang administrasi agar dapat diketahui rencana kelayakan bisnisnya termasuk untuk hal yang simpel seperti berapa tingkat penjualannya per hari.

Seorang debitur BLU LPMUKP, Direktur Koperasi Mina Agar Makmur (produsen komoditas rumput laut) Usup Sutriana bersyukur karena dengan pembiayaan yang diberikan, produksi rumput lautnya dapat meningkat dari hanya 60-80 ton per bulan pada 2015 menjadi sebesar 120 ton per bulan saat ini. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button