Nasional

Korban Kekerasan Seksual Minta Evaluasi Menyeluruh di SMA SPI

“Ini bukan untuk kepentingan pribadi. Justru kami sebenarnya melihat bagaimana nasib adik-adik kami yang ada di dalam. Karena jika tidak dihentikan, akan ada korban lain,” kata Bunga.

Sementara itu, Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa pesan dari para korban tersebut adalah tidak ada keinginan untuk menutup Sekolah SPI, tetapi perlu ada evaluasi menyeluruh terkait dengan pengawasan dan proses belajar mengajar.

“Saya kira, pesan dari saksi korban, bukan untuk menutup Sekolah SPI. Dari peristiwa ini, perlu evaluasi karena sekolah itu dibutuhkan,” ujar Arist.

Arist berharap Sekolah SPI ke depan bisa menjadi makin baik. Namun, pelaku kejahatan luar biasa tidak bisa diberikan kompromi. Pelaku harus dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Jadi, ada evaluasi maka diharapkan sekolah itu akan makin baik. Akan tetapi, pelaku kejahatan itu tidak ada kompromi dan tidak ada kata damai, harus dihukum sesuai dengan perbuatan dari pelaku,” kata Arist.

Hingga saat ini, sudah ada 14 saksi korban yang telah melakukan visum terkait dengan dugaan kasus kekerasan seksual di Sekolah SPI tersebut. Polda Jatim dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Batu mencatat 29 laporan yang masuk usai posko pengaduan tersebut dibuka di Kota Batu. Laporan tersebut telah disampaikan ke Polda Jatim. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button