Nasional

MenkopUKM: Aceh Punya Koperasi Wanita Gayo yang Mendunia

Ketua Kokowagayo, Rizkani Melati, mengatakan, seluruh anggota koperasi ini diisi oleh petani kopi perempuan, yang berjumlah 409 orang dan mengelola lahan sebanyak 342 hektare (ha).

“Kami menjual green bean, pasarnya mayoritas sekitar 70 persen ke Amerika Serikat, 20 persen ke Eropa, dan sisanya 10 persen ke Australia dan Asia,” rincinya.

Saat ini, aset Kokowagayo mencapai Rp8,5 miliar. Sementara per tahun, kapasitas produksi Kokowagayo mencapai 450.000 ton. Sekitar 20 kontainer, atau sekitar 422.400 ton, diperuntukkan bagi pasar luar negeri.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami merinci, jumlah petani di Bener Meriah mencapai 64 ribu. Namun, mayoritas lahan kopi di Kabupaten Bener Meriah masih dikelola secara perorangan.

‚ÄúTapi kami semua di sini punya keunggulan karena ditanam secara organik. Paling hanya 1 persen yang pakai pupuk,” kata Dailami.

Sehingga tak heran, kata Dailami, bahwa kopi Gayo asal Bener Meriah ini mampu menarik pasar dunia. Di Bener Meriah, sambung dia lagi, pembeli kopi petani banyak dilakukan oleh beberapa koperasi. Di antaranya Koperasi Buana Mandiri, Koperasi Bahtera Permata Gayo, dan termasuk Kokowagayo.

“Kami berharap support KemenKopUKM dan juga LPDB-KUMKM agar koperasi-koperasi lain bisa membantu menumbuhkan ekonomi petani kopi,” pungkasnya. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button