Nasional

Menilik Relasi Kinerja Sektor Pertanian dan Kepercayaan Publik

Masih dari seksinya sektor pertanian, tetangga Pakde, yakni Gubernur Jawa Tengah 2 Periode, Ganjar Pranowo merupakan sosok pemimpin sukses atas berbagai kebijakan pertanian.

Tercatat, Ganjar merupakan sosok pemimpin daerah yang memberikan kontribusi besar atas lahirnya Kartu tani terbaik se-Indonesia pada tahun 2009. Kartu tani tersebut dinilai sukses karena mampu mengimplementasikan penyaluran pupuk bersubsidi, yang total transaksinta terupload melalui RDKK (e-RDKK), terdapat 2,8 juta orang petani di Jawa Tengah yang memegang kartu tersebut dengan total transaksi dari Januari-Agustus 2019 mencapai 119.329 transaksi.

Gubernur Ganjar juga terus menggencarkan pembangkitan ekonomi desa melalui formula pembangunan sektor pertanian, perkebunan, hortikukultura dan perikanan. Bahkan, kata Ganjar, Pemprov Jateng mencoba membina agar ada stimulan ekonomi yang dapat berputar secara signifikan terutama bagi warga yang terdampak Covid-19.

Di Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil memfokuskan program kerjanya terhadap penerapam teknologi, digitalisasi dan mekanisasi pertanian. Dengan begitu, diharpkan pertanian Jawa Barat semakin maju, mandiri dan modern.

“Saya ingin 2021 pertaniannya enggak konvensional, saya ingin teknologi,” katanya.

Apalagi, Kang Emil menyebut sektor ekonomi di Jabar terbukti merupakan yang paling tangguh terhadap ancaman dan gejolak berbagai krisis akibat pandemi Covid-19  berkepanjangan.

Karena itu, dalam setiap pelantikan pejabat utama di Jabar, Emil kerap menitipkam pesan agar mereka yang baru mampu membangun pertanian secara baik. Hal itulah yang juga disampaikan kepada Pasangan Herman Suherman dan TB Mulyana Syahrudin hang kini menjadi Bupati dan Wakil Bupati Cianjur hasil Pilkada Serentak 2020.

“Maksimalkan pertanian di Kabupaten Cianjur. Jangan ada satu jengkal tanah yang tidak menjadi manfaat dalam ketahanan pangan,” katanya.

Sama seperti kepala daerah lainya, Ridwan Kamil adalah sosok pemimpin berprestasi, terutama soal kedekatanya dengan sektor pertanian. Dia adalah Wali Kota Bandung yang menjabat sejak 16 September 2013 sampai 4 September 2018. Kemudian menang menjadi Gubernur sejak 5 September 2018.

Soal dekatnya peran pertanian dengan tingkat kepercayaan publik juga terjadi di Provinsi Lampung. Gubernur Arinal Djunaidi merupakan sosok dibalik suksesnya para petani dalam memenuhu kebutuhan pupuk subsidi melalui Kartu Tani Berjaya. Peluncuran kartu tersebut dinilai sudaj sejalan dengan peogram strategis Kementerian Pertanian, yakni Kartu Tani berbasis Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Dalam kesempatannya, Arinal mengatakan bahwa sektor pertanian adalah mandat rakyat yang harus dijaga dan dibangun bersama untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal dan nasional. Dalam hal ini Provinsi Lampung memiliki banyak komoditas unggulan, antara lain padi, jagung, ubi kayu, nanas, pisang dan kopi.

Melihat sekelumit rekam jejak para pemimpin daerah tersebut, maka pertanian dan pemenuhan pangan adalah titik krusial, indikator keberhasilan pembangunan. Investasi dan saham yang sangat signifikan, tidak saja bagi mereka yang memiliki target politik jangka panjang, tapi, meminjam ungkapan Presiden Soekarno, karena pangan menyangkut soal “mati-hidupnya” bangsa kita di kemudian hari. (*)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button