Nasional

Tahu Disadap, Eks Pejabat Kemensos Diminta Ganti Ponsel

“Dalam BAP saudara juga mengatakan ‘Perintah itu diketahui Erwin Tobing dan Juliari Batubara karena dalam pertemuan itu Adi mengatakan sudah dipanggil Erwin Tobing dan Juliari Batubara dan mendapat arahan yang sama seperti arahan Kukuh kepada saya’, ini benar?” tanya jaksa dilansir Antara.

“Iya seperti itu arahannya,” jawab Joko. Joko bertugas untuk mengutip Rp10 ribu/paket sembako sebagai “fee” setoran dan Rp1.000/paket sembako sebagai “fee” operasional dari para perusahaan vendor penyedia bansos sembako. Pagu anggaran per paket sendiri adalah Rp300 ribu/paket dengan jumlah paket per tahap adalah 1,9 juta paket.

Putaran pertama pengadaan bansos sembako berlangsung pada April-Juni 2020 untuk 6 tahap pengadaan sedangkan putaran kedua berlangsung pada Juli-November 2020 juga untuk 6 tahap pengadaan dengan nilai total anggaran Rp6,84 triliun.

Total “fee” bansos yang dipungut Joko dari perusahaan vendor bansos untuk putaran 1 dan putaran 2 adalah senilai Rp31,632 miliar. Dari jumlah tersebut menurut Joko, sebesar Rp14,7 miliar sudah diserahkan ke Juliari.

Rinciannya “fee” putaran pertama adalah senilai Rp19,132 miliar. “Fee” tersebut terdiri dari “fee” untuk menteri sebesar Rp14,014 miliar namun baru diberikan Rp11,2 miliar sehingga tersisa Rp2,815 miliar dan “fee” operasional senilai Rp5,117 miliar namun baru digunakan sebesar Rp4,825 miliar sehingga tersisa Rp292 juta. Sisa “fee” yang masih ada di Joko adalah sebesar Rp3,107 miliar.

Selanjutnya pada putaran kedua, Joko dan Adi Wahyono berhasil mengumpulkan total “fee” sebesar Rp12,5 miliar. Dari jumlah tersebut sudah diberikan Rp3,5 miliar kepada Juliari Batubara dan untuk biaya operasional sebesar Rp2,605 miliar sehingga sisanya adalah Rp6,395 miliar. (aro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button