Nasional

Bebani APBN, Pengamat: Tak Ada Urgensi Tambah Wakil Menteri

“Kementerian BUMN misalnya, yang mempunyai dua wakil menteri, toh kinerja biasa saja. Bahkan belakangan diketahui ada BUMN yang mengalami kerugian triliunan,” ucapnya.

Jadi, dikatakan dia, penambahan wakil menteri sengaja diberikan kepada relawan atau tim sukses yang belum kebagian jabatan. Hal itu tentu bertentangan dengan ucapan yang sering dilontarkan Jokowi yang menginginkan hal luar biasa, bukan yang biasa-biasa.

“Kalau hal itu benar diterapkan Jokowi, seharusnya semua menteri yang mendampinginya masuk kriteria luar biasa. Menteri seperti itu tentu tidak membutuhkan wakil menteri,” jelasnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, di setiap kementerian sudah ada Sekjen dan Dirjen. Mereka dapat melaksanakan fungsi dan tugas wakil menteri.

“Sesungguhnya secara fungsional jabatan wakil menteri tidak diperlukan. Sekjen dan Dirjen dapat mengerjakannya dengan baik. Bahkan kompetensi mereka bisa jadi lebih baik daripada wakil menteri yang ditunjuk secara politis,” ujarnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button