Nasional

Kurikulum Merdeka Belajar, Ini Target Output 2045

“Ini mencakup berahlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong dan kebhinekaan global,” sebutnya.

Sedangkan pada sesi kedua dipandu oleh Rossi Iskandar. MPd, Dosen PGSD Universitas Trilogi. Dalam paparan sesi kedua ini, Prof. Dr. Komarudin Sahid, M.Si, Rektor Universitas Negeri Jakarta menekankan permasalahan implementasi MBKM pada semua kampus. Utamanya, kuliah di luar kampus 3 semester dengan jumlah 20 SKS.

“Paradigma pendidikan selama ini human resources development (HRD) dan human capacity development (HCD). Kebijakan MBKM muncul karena kurang diserap dunia usaha, maka lebih ke paradigma HRD,” jelasnya.

Kemudian, Dr. Gunas Mahdianto Kepala Bidang SD dan PKLK mewakili Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan, merdeka belajar ialah mengubah paradigma pembelajaran. Ada kebebasan sistem pembelajaran terbaik. Disesuaikan lingkungan sekolah dan peserta didik. Di sini, Dr. Gunas menyoroti aspek literasi dan numerik serta penilaian.

“Siswa harus mampu berpikir kritis dan lebih menggunakan kemampuan kognitif,” imbuhnya.

Paparan terakhir disampaikan Prof. Aris Djunaidi, mewakili Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim yang lebih menekankan kebijakan MBKM yang diturunkan dari visi SDM Indonesia 2045. Esensinya menjelaskan secara komprehensif dan holistik tentang bagaimana kebijakan dan implementasi kebijakan MBKM.

“Output-nya di tahun 2045 ialah memproduksi SDM (sumber daya manusia) unggul Indonesia maju yang berjiwa dan berkarakter Pancasilais,” pungkasnya. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button