Nasional

Peringati Bulan Bung Karno, Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis Gelar Doa Lintas Agama

Djarot yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu menyinggung tentang kolonialisme modern.

“Saat pra kemerdekaan, bangsa Indonesia menghadapi sebuah sistem penjajahan dari kolonialisme Belanda. Sekarang sistemnya berubah, yaitu tantangan teknologi digital, jika tidak inovatif dan menguasai, kita kalah,” katanya.

Hadir juga sebagai pemateri dari kalangan milenial, Abraham Garuda Laksono atau yang akrab disapa Abe.

Abe menjelaskan tidak sedikit masyarakat, terutama generasi milenial, tahu jika Pancasila itu ideologi bangsa dan negara Indonesia. Hanya saja, dalam praktik, Pancasila itu hanya dijadikan sebagai pembenaran.

Padahal, kata dia, Pancasila merupakan keinginan para pendiri bangsa untuk merdeka dan bersatu. Bahkan, urusan makan pun diatur dalam Ideologi tersebut.

Oleh sebab itu, ia memberikan analogi perbedaan di atas dengan niat seseorang untuk menikah.

“Indonesia mempunyai 1.300 lebih etnis. Di dalam keluarga saja, kita bisa berbeda. Bagaimana dengan negara yang punya etnis sebanyak itu,” katanya.

Abraham menuturkan tentang bagaimana generasi muda seharusnya bisa memanfaatkan media digital untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengemukakan pada era digitalisasi sekarang ini, kampanye tersebut mudah dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button