Nasional

Risma: Tangani Bencana, Perlu Kearifan Lokal

Selain itu, Risma juga memastikan sistem perairan di Surabaya sudah terkoneksi satu dengan yang lain. Pihaknya juga menambah kapasitas pompa, kapasitas saluran dan juga permainan pintu-pintu air.

Pemerintah Kota Surabaya di bawah komando Risma turut menanami lahan-lahan tandus dan kering termasuk daerah pantai dengan pohon cemara udang dan berbagai bunga-bungaan maupaun akar wangi (rumput vertifer) yang bernilai ekonomis. Ditambah pembuatan embung-embung, waduk yang secara otomatis juga mengatasi pemanasan global.

“Terbukti, kearifan lokal telah menjadikan Surabaya salah satu deretan kota terbersih yang ada di dunia,” katanya. Ia menekankan kepada para pimpinan di daerah, untuk memperkuat kearifan lokal sebagai cara mengurangi efek rumah kaca (global warming).

Sebelumnya, Mensos mengungkapkan hal tersebut dalam kunjungannya ke Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, dalam rangka pemberian bantuan kepada keluarga korban longsor Batang Toru. Ia juga menyampaikan terjadinya bencana alam belakangan ini, tidak lepas dari adanya pemanasan global (global warming).

Kepada jajaran Forkompinda, ia meminta bisa mengikuti sarannya. “Yakinlah tidak saja negara maju, kita juga bisa lakukan itu,” kata Risma.

Tanah longsor Batang Toru, kata dia, menjadi pelajaran berharga dengan harapan peristiwa tidak terulang. Mari perkuat kearifan lokal demi terjaganya lingkungan sekaligus upaya mencegah pemanasan global. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button