Nasional

Penggunaan Gawai Berlebihan Bisa Gerus Semangat Gotong Royong

Menurut Darraz, pengaruh gawai kemudian memicu lahirnya sikap egoisme, sehingga cenderung terlalu memikirkan diri sendiri daripada memikirkan orang lain maupun bangsa. Padahal, lanjutnya semangat bergotongroyonglah yang dapat menumbuhkan rasa empati, peduli lingkungan sekitar dan perhatian. Semangat itu juga menjadikan pikiran kritis dan tanggap terhadap lingkungan sosial.

“Justru kan, gotong royong itu meniscayakan kita punya rasa empati dan peduli, mempunyai perhatian terhadap orang lain, ketika orang lain sedang mengalami kebutuhan tertentu, ya kita semua harus melakukan kepedulian itu,” katanya.

Darraz menilai lebih jauhnya bisa membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara apabila sudah pada tahap itu. “Kalau hal seperti ini sampai terjadi, akan memicu disintegrasi dan kerekatan sosial kebangsaan kita semakin terkoyak, kalau kita terbiasa meninggalkan semangat yang biasa dulu kita jalani, terutama anak muda,” kata Darraz.

Darraz menilai perlu adanya perhatian khusus akan pentingnya semangat gotong royong, sehingga kembali tumbuh kesadaran, terutama di kalangan anak muda saat ini. Dia mendorong adanya pelopor yang menarasikan dan menyebarkan semangat gotong royong, terutama menyebarkan melalui sosial media. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button