Nasional

Pengamat: Kasus Alat Rapid Test Bekas Lebih Parah dari Korupsi

INDOPOSCO.ID – Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing buka suara terkait dugaan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas yang dilakukan oknum karyawan PT Kimia Farma Diagnostik di Bandara Kualanamu Medan (Sumatera Utara), Medan.

Dia mengatakan, dugaan kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas yang dilakukan oleh oknum tersebut lebih parah dari pada korupsi.

“Itu lebih parah dari pada korupsi. Sebab alat rapid test antigen bekas dapat mengancam nyawa manusia. Sementara korupsi hanya gerogoti uang negara,” kata Emrus kepada Idoposco.id, Minggu (2/5/2021).

Kendati demikian, dia berharap Dirut PT Kimia Farma Diagnostik bertanggung dan segera melakukan pelacakan serta testing kepada semua penerima.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button