Nasional

Belajar Jarak Jauh, KPAI: Anak dari Keluarga Miskin Kurang Terlayani

Tak hanya itu, ia juga menyoroti terkait tidak adanya pemetaan variasi PJJ yang dibangun bersama antara guru, siswa, dan orang tua. Sistem pembelajaran seperti apa yang tepat atau sesuai kondisi anak dari segi ekonomi keluarga, ketiadaan alat daring, ketidakstabilan sinyal, dan kondisi orang tua yang bekerja.

“Kebijakan BDR/PJJ yang terkesan menyamakan masalah sehingga hanya satu solusi untuk semua problem BDR atau PJJ yang ada, misalnya bantuan kuota internet hingga Rp 7 Triliun. Namun pada praktiknya banyak yang mubazir dan tetap tidak mampu mengatasi masalah pembelajaran anak-anak dari keluarga miskin yang tidak memiliki alat daring,” jelasnya.

“Atau masalah anak-anak di pelosok yang berada pada wilayah blank spot. Peserta didik dari keluarga miskin dan di pelosok tetap saja tidak terlayani PJJ daring ketika kebijakannya tunggal, hanya memberikan bantuan kuota internet untuk semua masalah PJJ,” sambungnya.

Selain itu, banyak anak kelas XII yang lulus tahun ini menunda kuliah karena sedang masa pandemi. Hal tersebut memunculkan potensi bertambahnya pengangguran, meningkatkan angka perkawinan anak, dan pekerja anak. (yah)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button